Senin, 11 Januari 2016


(Sumber gambar : ummuyasir.files.wordpress.com)

Ali bin Abi Tholib mengatakan, kita jangan menjadi mayat berjalan atau mayat hidup. Yaitu pribadi yang tidak diperhitungkan oleh orang lain. Hidupnya tidak memberi arti apa-apa. Keberadaan kita tidak punya makna. Orang seperti ini sering dianggap sebagai parasit dalam kehidupan.

Kamis, 07 Januari 2016





(Sumber foto: belajarfoto.file.wordpress.blogspot.com)

Shalat merupakan inti dari isro’ dan mi’roj. Bagi yang mengerjakannya, shalat merupakan kebutuhan bukan beban.





(Sumber foto: oke.watch.com)
Saya kira pembaca sepakat bahwa waktu adalah salah satu bagian dalam hidup yang tidak dapat kita putar balik, tidak dapat berulang, dan tidak dapat berhenti. Karenanya kita harus menggunakannya dengan sebaik-baiknya agar waktu yang berjalan tidak terbuang sia-sia.

Rabu, 06 Januari 2016


Dalam suatu kesempatan di sebuah majelis. Nabi Muhammad Saw bertanya kepada para sahabat dengan pertanyaan yang sangat menarik. 
“Apakah kalian ingin tahu calon penghuni surga?,” tanya beliau.

Betul, ya Rasulullah, kami ingin mengetahuinya, jawab mereka.

Sebentar lagi orangnya datang kemari, kata Nabi.

Tidak lama berselang, datang seseorang dengan wajah basah karena air wudlu. Setelah mengucapkan salam, tamu tadi langsung duduk. Tidak ada keistimewaan yang dilakukan. Dia pun lantas keluar dari majelis, pulang.
 

Sifat sopan menunjukkan kebersihan jiwa (sumber gambar: 4.bp.blogspot.com)




Minggu, 03 Januari 2016




Husnul Khotimah
Kata husnul khotimah, sering kita dengar. Iya, sering kita dengar. Bahkan kata tersebut sudah menjadi bahasa Indonesia. Arti kata ini adalah, ‘akhir yang baik’. Kalau dikaitkan dengan kehidupan, maka bermakna akhir hidup yang baik.

Jujur saja, semua orang ingin mengkahiri hidupnya husnul khotimah. Sebab dalam pandangan agama, orang yanag “menutup” kehidupan dengan baik, tanda dia akan mendapat “penghormatan” luar biasa di alam abadi. Tetapi tidak setiap orang dapat menggapainya. Tergantung perilaku kesehariannya.

Sabtu, 02 Januari 2016



Nabi Saw adalah teladan terbaik. Lihat kalau Nabi beribadah, semua orang mengakui beliau merupakan sosok pribadi yang paling “jago” ibadahnya. Lihat kalau shalat, beliau benar-benar fokus sehingga dapat melaksanakannya dengan tenang (tumakninah), tidak keburu-buru, disiplin, dan selalu di awal waktu. Padahal antara Nabi dengan kita sama-sama mempunyai waktu 24 jam. Dan, kesibukan beliau sebagai pemimpin umat melebihi  kesibukan kita. Toh Nabi bisa mengamalkan ibadah dengan sempurna.
Dalam berdakwah memperbaiki peradaban umat manusia, Nabi dikenal sangat sukses. Hasil penelitian tokoh non Muslim terhadap 100 tokoh-tokoh besar dunia  dunia, Nabi SAW ditempatkan pada urutan pertama sebagai orang paling sukses mengubah peradaban manusia. Dalam kurun waktu 23 tahun berjuang, manusia jahiliyah diubah sehingga menjadi seperti sekarang ini

Kisah-kisah.com
.
Bagaimana Nabi memanfaatkan waktu istirahat? Beliau benar-benar menerapkan ketentuan Allah SWT yang menegaskan bahwa siang untuk bekerja, malam untuk istirahat. Keteraturan ini menyebabkan fisik beliau selalu segar dan sehat. Selama hidupnya hanya sekali sakit, itu pun sakit ringan. Kecerdikannya memenej waktu menjadikan nabi bisa istirahat secara cukup, dan semua pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik tidak terbengkalai, disiplin dan tertib. 

POlisi lalu lintas yang berjiwa malaikat (hardono.melesat.com)

Coba lihat, orang yang berjiwa malaikat. Yaitu orang yang baik hati, suka berbuat baik, tidak suka mengganggu orang lain, dst. Dia pasti disenangi orang. Performencenya memikat hati. Mereka gampang mendapat simpati. kehadirannya selalu dirindukan. Hadirnya menjadi pemberi solusi, tidak menjadi beban bagi orang lain, serta suka kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.

Semua orang menerima kehadirannya dengan baik meski beda agama, suku, organisasi, partai, bangsa, dan strata sosial, dll. Dia menjadi sumber inspirasi bagi orang lain, dan menggetarkan jiwa.

Mereka adalah manusia terpilih. Keberadaannya tersebar di mana-mana. Mungkin sebagai pekerja sosial, agamawan, guru, polisi, wartawan, politisi, TNI, tenaga medis, pemulung, dsb. Meski berbeda latar belakang punya kesamaan kemauan: menebar kebaikan di tengah kehidupan.

Berkarya tanpa mengenal lelah. Keringatnya berguna bagi orang lain. Impiannya jauh ke depan. Kata-katanya mendalam, wawasannya luas, mengena pada sasaran dan gerak-geriknya banyak ditiru orang.

Diamnya mengandung tanya. Sikapnya selalu ditafsiri secara positif. Ucapannya dicatat dalam lembaran hati pendengarnya. Senyumnya punya seribu makna, tertawanya mendorong orang lain ikut bahagia. Telunjuknya bukan untuk memerintah sebab tanpa disuruh orang lain sudah melakukannya.

Kapan pun, di mana pun dan dalam situasi dan keadaan bagaimanapun selalu menebar kebaikan. Siang berkeringat banting tulang, malam sibuk mendekat kepada Allah. Lisannya sibuk zikir, lisannya sibuk komat-kamit mendoakan orang lain. Hatinya memantulkan harapan bagi orang yang bersedih. Jauh dari pandangan sinis. Pendengarannya cerdas sehingga bisa membedakan mana kalimat yang baik dan berkwalitas dan mana kalimat tak berkwalitas dan “sampah”.

Manusia hebat seperti ini, kadang ada di masjid, di gubuk kecil, di penjara, di kolong jembatan, atau tempat lain. Mungkin saja dia berada di kompleks pelacuran namun selalu sibuk memberi nasehat agar para WTS segera keluar dan meninggalkan profesinya. Mereka selalu menambah kebaikan. Tak peduli orang lain mengecamnya. Biar anjing menggonggong kafilah tetap berlalu…

Dia tidak terjebak pada pujian, karena tahu pujian itu sifatnya semu dan tak lebih dari sekadar “lipstik” belaka. Dihindari debat dengan orang lain, hanya buang-buang energi. Dibersihkan hatinya dari “penyakit” sombong agar terhindar dari perasaan bahwa hanya dirinya orang hebat. Sikap yang benar adalah muncul pengakuan bahwa dirinya belum apa-apa dan bukan siapa-siapa. Semakin diuji semakin dekat denganNya. Semakin banyak dipuji semakin merunduk.

Melihat orang lain yang menderita, muncul rasa iba di hatinya, sebagaimana dia melihat dirinya sendiri. Kalau ada orang tersesat berupaya menyelamatkannya. Kata-katanya tersaring ketat sehingga ucapannya tidak vulgar dan menyakitkan.

Semua kata dikemas dengan baik. Misalnya kalau melihat ada orang “gila”, dia tidak menyebut sebagai orang gila, melainkan orang yang “tidak berdosa”. Kalau ada WTS seliweran dia tidak membencinya, melainkan ingat kisah WTS yang masuk sorga gara-gara hatinya mulia, turun ke sumur mengambil air untuk diberikan kepada seekor anjing yang sedang kehausan air sehingga tidak jadi mati.

Pertanyaan kita adalah: bagaimana dengan diri kita? Apakah hati ini penuh ambisi duniawiyah, atau dikuasai bisikan malaikat yang mendorong kita selalu menebar kebaikan? Adakah secercah 

harapan untuk mengubah hidup sehingga menjadi orang yang dirindukan dan disenangi orang lain. Semoga, bertambahnya umur bertambah semangat baru dalam menggelorakan bisikan malaikat dalam setiap jiwa. 

*) Dikutip dari buku kaya penulis berjudul: Manusia Berjiwa Malaikat

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

The Power Of Love (POL) Training Center

Training The Power Of Love (POL) memberi pelatihan untuk menajamkan rasa cinta keluarga menuju keluarga Sakinah, Mawaddah wa rahmah. Selain itu, POL juga melayani berbagai mccam pelatihan. Antra lain: (1). Pelatihan Parenting (2). Pelatihan motivasi bagi kaum ibu rumah tangga, karyawan. (3). Pelatihan pengayaan spiritual bagi guru (4). Pelatihan untuk komunitas kaum ibu yang merindukan ketenangan jiwa, keluarga yang mendambakan terbangunya keluarga yang harmonis sebagaimana disyariahkan dalam Islam. Kontribusi pelatihan bisa dibicarakan dengan manajemen melalui kontak 085331437757. atau email suharyo.opini@gmail.com

Pelatihan Menulis

Menulis, perlu dilatih. Baik mahasiswa, ibu rumah tangga, dan terlebih para guru yang diantara ketentuan sertifikasi guru mewajibkan mereka menulis karya ilmiah atau PTK. Kami siap memberi pendampingan bagi penulis pemula sampai bisa menulis, bahkan menulis buku juga. Semoga upaya ini membawa manfaat. Tim kami yang sudah menulis banyak buku siap berbagi pengalaman. Bisa kontak kami di 085331437757

Majalah Edisi Depan

Majalah Edisi Depan
Salah satu produk dari The Power Of Love adalah Majalah keluarga muslim Sakinah. Majalah ini terbit bulanan. Kini edisi Maret 2016, telah beredar. Bagi yang ingin berlngganan harga Jawa Rp 12.000 dan luar Jawa Rp 15.000 plus ongkir

Popular Posts

Bursa Buku

Buku Karya SUHARYO AP (1). Jiwa Yang Damai, 342 halaman, harga Rp 60.000.

(2). Membiasakan positive thingking Rp 30.000

(3). Jika hati intim dengan Allah Rp. 30.000

(4). 5 peran istri sholihah Rp. 35.000

(5). Tombo Ati Dunia Maya Rp.30.000

(6). Suasana Surga di Rumah Rp. 30.000

(7). Sentuhan lembut orang tua Rp 25.000

(8). Manusia Berjiwa Malaikat, 260 halaman, harga Rp 50.000

(9). Nak.... Aku Menyayangimu, Rp 25.000

Info Terbaru

Telah terbit majalah ilmiah bagi guru yang ingin mendapat kredit point. Majalah bernama "Menara Pendidikan", tiap tiga bulan sekali.

Bagi yang ingin mengirim naskah, bisa menghubungi 085331437757...

Info Pelatihan

Info Pelatihan
Pelatihan mahasiswa AKPER